Ada sementara Ulama Islam yang memberikan ta'rief atau defenisi (batasan pengertian) mengenai "Roh". Dikatakan, bahwa "ROH" adalah suatu zat yang memiliki sifat yang khusus atau tersendiri dan berbeda dengan benda-benda lain. Ia adalah jisim nuraniyah (sebangsa nur atau cahaya), amat tinggi kedudukannya dan hidup. Selain itu ia dapat berpisah dan meninggalkan tubuh kasar dan dapat menjalar dalam rongga tubuh itu bagaikan mengalirnya air dalam tangkai yang hijau hidup. Roh itu tidak dipisah-pisahkan atau dibagi. Kepada tubuh ia memberikan kesan kehidupan itu, selama tubuh tadi masih dapat menerima berdiamnya roh di dalamnya. Inilah pengertian roh oleh sementara alim Ulama Islam.
As-Suhaili mengemukakan bahwa pengertian Roh itu terdapat perbedaan di kalangan para alim Ulama. Bahwasanya roh adalah jiwa. Ia merupakan zat yang halus yang menjalar di dalam tubuh seperti mengalirnya air dalam akar pohon-pohonan.
Dan ditetapkan bahwa roh itu adalah sebagaimana yang ditiupkan oleh malaikat dalam janin yaitu jiwa yang bertalian dengan tubuh ....... maka tak akan dikatakan bahwa jiwa itu mempunyai roh dan tidak dikatakan pula bahwa roh itu mempunyai jiwa .......
Ringkasnya bahwa mengenai persoalan roh itu para manusia sejak zaman dahulu hingga sekarang masih merasa kesulitan untuk mengetahui secara hakiki. Ia merupakan suatu topik yang selalu dipersoalkan dan senantiasa diperdebatkan, baik dikalangan umat Islam maupun ummat yang lainnya. Persoalan roh masih tetap diperbincangkan sampai saat ini antara para cerdik cendekiawan, para sarjana maupun para ahli filsafat. Hal itu selalu timbul dengan pendapat-pendapat baru dan berbeda-beda ....... sampai diadakannya seminar-seminar maupun diskusi-diskusi untuk mengetahui apa sebenarnya roh itu ?
Akan tetapi hal itu semuasama sekali belum juga sampai kepada titik tolak yang sebenarnya dan memuaskan, sehingga disana-sini hanya terdengar ucapan "belum memuaskan .......".
Memang sebenarnya persoalan meneganai pengetahuan roh itu adalah bukan urusan manusia semata. Kita kembalikan saja pada penegrtian dalam Al-Qur'an, bahwa hanya Allah jualah yang dapat menyaksikan hakikatnya. Sesungguhnya manusia tidak dikaruniai oleh Allah swt. yang Maha Kuasa akan jalan yang dapat mengantarkan untuk dapat mencari titik sebenarnya mengenai persoalan itu. Manusia tak akan mampu dan tak dapat mengetahui mengenai sifat, bentuk, rupa dan warna roh yang sebenarnya. Bukankah Allah sendiri telah memperingatkan kita dalam Firman-Nya:
Artinya : "Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. katakanlah : "Roh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit". (QS. 17 Al-Israa',ayat : 85)
Maka dari itu kalau kita perhatikan penegasan Allah dalam ayat tersebut jelas sekali, bahwa roh adalah urusan dan perkara Allah swt semata yang selain-Nya pasti tidak dapat mengetahui, tidak dahulu, tidak sekarang dan tidak nanti, bahkan tidak untuk seterusnya.
Akan tetapi hal itu semuasama sekali belum juga sampai kepada titik tolak yang sebenarnya dan memuaskan, sehingga disana-sini hanya terdengar ucapan "belum memuaskan .......".
Memang sebenarnya persoalan meneganai pengetahuan roh itu adalah bukan urusan manusia semata. Kita kembalikan saja pada penegrtian dalam Al-Qur'an, bahwa hanya Allah jualah yang dapat menyaksikan hakikatnya. Sesungguhnya manusia tidak dikaruniai oleh Allah swt. yang Maha Kuasa akan jalan yang dapat mengantarkan untuk dapat mencari titik sebenarnya mengenai persoalan itu. Manusia tak akan mampu dan tak dapat mengetahui mengenai sifat, bentuk, rupa dan warna roh yang sebenarnya. Bukankah Allah sendiri telah memperingatkan kita dalam Firman-Nya:
Artinya : "Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. katakanlah : "Roh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit". (QS. 17 Al-Israa',ayat : 85)
Maka dari itu kalau kita perhatikan penegasan Allah dalam ayat tersebut jelas sekali, bahwa roh adalah urusan dan perkara Allah swt semata yang selain-Nya pasti tidak dapat mengetahui, tidak dahulu, tidak sekarang dan tidak nanti, bahkan tidak untuk seterusnya.
