Dalam surat Yunus ayat 81 dan 82 disebutkan tentang sihir. Allah swt berfirman: "Maka setelah mereka melemparkan, Musa berkata, 'Apa yang kamu lakukan itu, itulah sihir. Sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidakbenarannya.' Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan. Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang berbuat dosa tidak menyukai-[nya]."
Dalam surah al-Thur dan al-Qamar, sihir dan tukang sihir disebutkan. Allah swt berfirman [yang artinya]: "Maka apakah itu sihir? Ataukah kamu [yang] tidak bisa melihat?" (Q.S. al-Thur:15). "Dan jika mereka (orang-orang musyrik) melihat suatu tanda (mu'jizat), mereka berpaling dan berkata, '[Ini adalah] sihir yang terus-menerus.'" (Q.S. al-Qamar: 2). Bahkan, ketika para Rasul datang dengan membawa mu'jizat atau bukti-bukti nyata, mereka sering kali dituduh sebagai tukang sihir, seperti yang tersebut dalam surah al-Shaf, al-Muddatstsir dan Thaha. Allah swt berfirman [yang artinya]: "Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti nyata, mereka berkata, 'Ini adalah sihir yang nyata.'" (Q.S. al-Shaf: 6). "Lalu ia berkata, '[Al-Quran] ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari [dari orang-orang dahulu].'" (Q.S. al-Muddatstsir: 24). "Berkata Fir'aun, 'Adakah kamu datang kepada kami untuk mengusir kami dari negeri kami [ini] dengan sihirmu, hai Musa?'" (Q.S. Thaha: 57).
Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra juga dituturkan bahwa Rasulullah saw bersabda:
"Hindarilah tujuh perkara yang menghancurkan!" Para sahabat bertanya, "Apa itu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Menyekutukan Allah, sihir, membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan benar, memakan harta riba, memakan harta anak yatim, mundur dari medan perang, dan menuduh zina wanita-wanita mukmin yang terpelihara dari perbuatan dosa dan tidak tahu-menahu tentang zina."
Dalam suatu hadits yang diriwayatkan dari 'Aisyah ra diceritakan bahwa seorang laki-laki Yahudi dari Bani Zariq, yang bernama Labid bin al-A'sham pernah menyihir Rasulullah sampai beliau dibuat seakan-akan mengerjakan sesuatu, padahal tidak berbuat apa-apa. Kata 'Aisyah ra, "Hal itu terus berlangsung sampai pada suatu hari atau suatu malam, ketika itu beliau berada di sisi saya dengan terus-menerus berdoa, beliau berkata kepada say: 'Hai 'Aisyah, saya merasa Allah memberiku nasihat yang saya minta. Dalam nasihat-Nya, dua laki-laki (malaikat) mendatangi saya, lalu salah seorang dari mereka duduk di sisi kepala saya, sedangkan yang lain duduk di sebelah kaki saya. kemudian terjadi dialog di antara dua orang itu. Salah seorang dari mereka berkata kepada temannya, 'Apa yang diderita laki-laki ini (Rasulullah saw)?'
'Terkena sihir, 'jawab temannya.
'Siapa yang menyihirnya?' tanyanya lagi.
'Labid bin al-A'sham.'
'Dengan apa atau di tempat apa [sihir itu diletakkan]?'
'Dengan sisir dan rambut yang jatuh terkena sisir, [lalu diletakkan] di seludang mayang kurma jantan.'
'Di mana barang-barang itu [ditanam]?'
'Di sumur Dza Rawwan.'
Kemudian dua malaikat itu membawa benda-benda sihir tersebut kepada Rasulullah saw ketika beliau di tengah-tengah para sahabat, lalu beliau bersabda, 'Hai 'Aisyah, airnya seperti rendaman [perasan] pohon inai dan dan buah kurmanya seperti kepala setan.' 'Aisyah bertanya, 'Ya Rasulullah, mengapa tidak engkau keluarkan?' Beliau menjawab, 'Allah telah menyembuhkan saya, dan saya tidak ingin hal itu membawa pengaruh buruk kepadan manusia.' Setelah Rasulullah saw memerintahkan para sahabat untuk menanamnya."