Nasihat Kebenaran Seorang Mukmin Untuk Saudaranya

        Lupa akan makhluk dan selalu mengingat Allah SWT, itulah hati kaum sufi yang bersih. Mereka adalah orang-orang yang mengabaikan sesuatu yang ada di tanganmu dan ingat apa yang ada di sisi-Nya. Karena engkau sibuk dengan dunia dan lupa akhirat, tidak mempunyai rasa malu kepada tuhan, maka engkau terhijab dari mereka dan apa yang mereka dapatkan. Wahai saudaraku seiman terimalah nasihatku ini, janganlah engkau menolaknya. Sungguh Dia Maha Melihat apa yang tidak engkau lihat pada dirimu. Nabi SAW bersabda:
"Seorang mukmin itu cerminan bagi muknin lainnya."

         Nasihat yang benar dari seorang mukmin untuk saudaranya adalah untuk menerangkan perkara-perkara yang berbahaya baginya dan perkara-perkara yang bermanfaat baginya. Sehingga dengan nasihat itu akan memperjelas hal-hal yang samar baginya dan dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk. Maha suci Allah yang telah memberikan kelapangan hati kepadaku untuk memberikan nasihat kepad sesama manusia dan menjadikannya sebagai cita-cita terbesarku. Aku sama sekali tidak mengharapkan balasan apapun dari nasihatku ini, karena akhiratku telah tersedia disisi Tuhanku. Aku bukan pencari dunia dan aku bukan penyembah dunia, akhirat dan hal-hal lainnya, tetapi yang aku ssembah hanyalah Al-Khaliq Yang Maha Esa dan Maha dahulu. Keinginanku hanyalah agar engkau berbahagia aku tak ingin engkau binasa. Sungguh aku akan bergembira jika melihat seorang murid yang berhasil di tanganku. Yang menjadi keinginanku adalah engkau wahai ghulam, bukan aku. Jika ada yang berubah, yang berubah itu dirimu, bukan diriku. Aku telah melewatinya semoga engkau juga melewatinya secepatnya.
         Tinggalkanlah takabur kepada Allah SWT dan makhluk-Nya. sadarlah akan kemampuanmu, dan rendahkanlah hatimu. Engkau hanyalah berasal dari setetes air hina, dan engkau akan menjadi bangkai yang hina pula. Engkau jangan termasuk dalam golongan orang yang diseret hawa nafsunya menuju pintu para raja untuk mendapatkan sesuatu secara hina, baik yang telah menjadikan bagianmu atau tidak. Nabi SAW bersabda:
" Siksa Allah yang paling pedih bagi hamba-nya ialah mencari sesuatu yang tidak ditentukan menjadi bagiannya."

          Wahai yang tidak mengetahui kemmpuan dan takdir, sungguh celaka engkau. Apakah engkau menyangka bahwa pemilik dunia itu mampu memberikan kepadamu apa yang tidak menjadi bagianmu? Inilah bisikan syaitan kedalam hati dan kedalam kepalamu. Jika demikian halnya engkau bukanlah hamba Allah SWT. tetapi engkau hamba nafsu, keinginan, syaitan, watak, dinar, dan dirhammu. perhatikan orang-orang yang telah meraih keberhasilan, sehingga engkau juga meraih keberhasilan karena mengikuti jejak langkah mereka. Orang yang tidak pernah melihat orang yang berhasil tidak akan pernah berhasil, itulah yang dikatakan oleh ahli sufi.