Seorang ahli ma'rifat menceritakan bahwa Hatim Al-Asham menyatakan sesungguhnya jihad itu ada tiga macam, yaitu:
- Jihad dalam menghadapi orang-orang kafir. Ini merupakan jihad lahiriah, sebagaimana yang dijelaskan dalam firman Allah swt.: "Mereka berjihad dijalan Allah." (Q.S. Al-Maidah: 54).
- Jihad terhadap orang batil, dengan jalan memberikan peringatan dan menyertainya dengan argumentasi (hujjah). Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah swt.: "Dan bantahlah mereka dengan cara yang baik." (Q.S. An-Nahl: 125).
- Jihad melawan hawa nafsu yang selalu memerintahkan untuk melakukan kejahatan. Allah swt berfirman: "Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan kami tunjukkan kepad mereka jalan-jalan kami." (Q.S. Al-Ankabut: 69).
Nabi Muhammad saw bersabda: "Jihad yang paling utama ialah jihad memerangi hawa nafsu."
Para sahabat ridhwanullahi 'alaihim, ketika pulang dari jihad melawan orang-orang kafir, mereka berkata: "Kita telah kembali dari perang kecil menuju perang yang lebih besar." Mereka menyatakan bahwa jihad menghadapi hawa nafsu dan setan sebagai jihad besar. Karena jihad melawan orang-orang dalam medan pertempuran, hanya terjadi pada waktu-waktu tertentu saja, dan musuh yang dihadapi juga terlihat dan dapat diketahui dengan jelas. Tetapi berperang melawan setan dan hawa nafsu, berarti mereka berperang melawan musuh yang tak dapat dilihat dan medannya pun tidak terbatas. Dengan demikian berperang melawan musuh yang dapat dilihat dengan jelas tentu lebih mudah dari pada menghadapi musuh yang tidak dapat dilihat.
Di samping itu setan memiliki pembantu di dalam diri anda, yaitu hawa nafsu, sedangkan orang kafir yang anda hadapi tidak memiliki pembantu dalam diri anda. Oleh sebab itu berperang melawan hawa nafsu merupakan perang yang spektakuler.
Ketika anda dapat membunuh dan mengalahkan orang kafir, berarti anda meraih kemenangan dan mendapatkan harta rampasan peran. Dan jika orang kafir dapat membunuh anda, maka anda mati syahid dan mendapatkan balasan surga. Tapi anda tidak dapat membunuh setan yang selalu melakukan perlawanan terhadap anda, dan apabila ternyata setan dapat membunuh dan mengalahkan anda, maka anda menjadi terjatuh dalam siksaan Allah.
Sebagaimana disebutkan: "Barangsiapa yang kudanya terlepas dari tangannya dan lari meninggalkannya dalam medan pertempuran, maka kuda itu akan jatuh pada tangan orang-orang kafir yang menjadi musuh anda, tetapi ketika imannya yang terlepas dan lari meninggalkannya, maka ia menjadi jatuh pada tangan orang-orang kafir yang menjadi musuh anda, tetapi ketika imannya yang terlepas dan lari meninggalkannya, maka ia menjadi jatuh ke dalam murka Allah Yang Maha Perkasa. Na'udzu billahi minhu.
Ketika seorang terjatuh dalam kekusaan orang-orang kafir, maka tangannya tidaklah terbelenggu pada lehernya, kakinya tidak di ikat, perutnya tidak sampai lapar dan tidak pula telanjang tubuhnya. Tetapi apabila seseorang terjatuh dalam kemurkaan Allah swt, maka wajahnya menjadi hitam pekat, tangannya terbelenggu dengan rantai pada lehernya, kakinya di ikat dengan tali-tali neraka, makanan dan minumannya api dan pakaiannya pun juga dari api."
