Bermuka Dua

Bermuka dua merupakan penyakit hati. Orang seperti ini merupakan sumber fitnah dan petaka, yang kerjanya hanya pulang pergi diantara dua orang yang bermusuhan. Ia berkata kepada masing-masing dari kedua belah pihak dengan perkataan yang sesuai dengan kepentingannya, perbuatan ini merupakan bentuk kemunafikan yang sebenarnya. Sedikit sekali orang yang bisa menghindari dari perbuatan tercela seperti dirinya menyaksikan dua orang yang sedang bermusuhan.

Ibnu Mas'ud berkata: "janganlah salah seorang dari kalian menjadi "imma'ah".Mereka bertanya: "apakah yang dimaksud dengan imma'ah itu?" Ibnu Mas'ud menjawab: "orang yang berjalan bersama mengikuti arah angin."

Tujuan dari bermuka dua adalah untuk mencari selamat, sanjungan dan keuntungan dari kedua belah pihak. Tetapi dia tidak sadar bahwa perangainya yang plin-plan itu mendidik jiwanya menjadi pengecut, pecundang dan munafik.

yang termasuk berlisan dua, diantaranya:

  • Menjanjikan pertolongan kepada kedua belah pihak
Ia menjanjikan akan memberikan pertolongan kepada kedua belah pihak yang sedang berselisih atau bermusuhan. Janji itu disampaikannya kepada masing-masing pihak tanpa sepengetahuan pihak yang lain. Atau ia memuji kepada keduanya tentang permusuhannya, atau ia memuji salah satu pihak dari keduannya, dan ketika keluar dari tempat tersebut ia lalu mencelanya, maka orang seperti ini termasuk bermuka dua (lisannya bercabang).
  • Memindahkan omongan kepada kedua belah pihak
Memindahkan perkataan dari masing-masing kedua pihak yang sedang bermusuhan, maka ia adalah orang yang berlisan dua. Perbuatan ini lebih buruk dari pada mengadu domba. Karena mengadu domba hanyalah menyampaikan perkataan kepada salah satu pihak, sedangkan yang berlisan dua menyampaikan perkataan  dari masing-masing kedua belah pihak. Maka ini lebih hina dan tercela dari pengadu domba. Jika ia tidak memindahkan perkataan, tetapi ikut mendorong adanya permusuhan kepada kedua belah pihak yang bertengkar, orang yang seperti ini juga termasuk berlisan dua.
  • Menjumpai dua orang dengan dua muka
Menampakkan dua belah pihak dengan menampakkan muka yang beda-beda. Disaat ia memasuki kandang kambing maka ia berubah diri seperti kambing, disaat ia memasuki kandang macan iapun merubah dengan wajah dan bentuk macan. Demikianlah gambaran orang yang bermuka dua.

Abu Hurairah ra. Berkata, Rasulullah saw bersabda:
"Kalian akan menjumpai diantara sejelek-jelek hamba Allah pada hari kiamat, yaitu orang yang bermuka dua; yang mendatangi satu kaum dengan suatu perkataan dan mendatangi kaum lain dengan perkataan yang lain pula." Menurut redaksi yang lain: yaitu mendatangi suatu kaum dengan satu muka dan mendatangi kaum yang lain dengan muka yang lain."