Bermuka dua merupakan penyakit hati. Orang seperti ini merupakan sumber fitnah dan petaka, yang kerjanya hanya pulang pergi diantara dua orang yang bermusuhan. Ia berkata kepada masing-masing dari kedua belah pihak dengan perkataan yang sesuai dengan kepentingannya, perbuatan ini merupakan bentuk kemunafikan yang sebenarnya. Sedikit sekali orang yang bisa menghindari dari perbuatan tercela seperti dirinya menyaksikan dua orang yang sedang bermusuhan.
Ibnu Mas'ud berkata: "janganlah salah seorang dari kalian menjadi "imma'ah".Mereka bertanya: "apakah yang dimaksud dengan imma'ah itu?" Ibnu Mas'ud menjawab: "orang yang berjalan bersama mengikuti arah angin."
Tujuan dari bermuka dua adalah untuk mencari selamat, sanjungan dan keuntungan dari kedua belah pihak. Tetapi dia tidak sadar bahwa perangainya yang plin-plan itu mendidik jiwanya menjadi pengecut, pecundang dan munafik.
yang termasuk berlisan dua, diantaranya:
Tujuan dari bermuka dua adalah untuk mencari selamat, sanjungan dan keuntungan dari kedua belah pihak. Tetapi dia tidak sadar bahwa perangainya yang plin-plan itu mendidik jiwanya menjadi pengecut, pecundang dan munafik.
yang termasuk berlisan dua, diantaranya:
- Menjanjikan pertolongan kepada kedua belah pihak
- Memindahkan omongan kepada kedua belah pihak
- Menjumpai dua orang dengan dua muka
Abu Hurairah ra. Berkata, Rasulullah saw bersabda:
"Kalian akan menjumpai diantara sejelek-jelek hamba Allah pada hari kiamat, yaitu orang yang bermuka dua; yang mendatangi satu kaum dengan suatu perkataan dan mendatangi kaum lain dengan perkataan yang lain pula." Menurut redaksi yang lain: yaitu mendatangi suatu kaum dengan satu muka dan mendatangi kaum yang lain dengan muka yang lain."